HARI LAHIR PANCASILA

IKA UNS. Diskusi Kebangsaan IKA UNS Ajak Masyarakat Bumikan Pancasila. Diskusi kebangsaan dalam rangka Hari Lahirnya Pancasila diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada hari Senin (1/6/2020). Melalui aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan langsung oleh akun Youtube UNS, terdapat 250 peserta bergabung meramaikan diskusi. Dipandu oleh Dr. Sunny Ummul Firdaus, S.H., M.H., acara dimulai dengan pengantar dari Wakil Ketua IKA UNS, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah., S.H., M.H.

Ajakan untuk membumikan nilai-nilai ideal Pancasila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari disampaikan oleh Prof. Zudan sejak awal. Berbagai latar belakang profesi alumni UNS diharapkan mampu mewujudkan terlaksananya nilai-nilai Pancasila di berbagai sektor. Alumni Fakultas Hukum (FH) UNS tersebut juga menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila bisa terimplementasi dengan baik di negara yang tak mengenal Pancasila. Maka seharusnya di Indonesia sendiri Pancasila harus menjadi primadona.

Saat ini kebutuhan dan kepentingan bersama menjadi fokus utama bangsa Indonesia. Semangat gotong royong digaungkan oleh seluruh masyarakat untuk menularkan energi positif. Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho menegaskan bahwa saat ini masyarakat Indonesia tengah menghadapi ujian yaitu Covid-19.

“Kita akan tunjukan ke dunia bahwa kita tidak boleh pesimistis, menyerah kalah. Kita harus mampu memikul tanggung jawab bersama, menyodorkan bahu untuk menolong sesamanya. Inilah keelokan dari Pancasila yang selalu mampu memandu kemajemukan dengan spirit bersama kita bisa,” tutur Prof. Jamal.

Pada kesempatan ini terdapat lima pembicara yang mengisi diskusi yaitu Dr. Drs. Karjono Sestama, S.H., M.Hum. (Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Prof. Dr. Hermanu Jubagyo, M.Pd. (Kepala Pusat Studi Pancasila LPPM UNS), Drs. Sudaryanto, M.Si. (Widyaiswara Utama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah), Prof. Zudan (Dirjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri serta Ketua Umum KORPRI) dan terakhir Dr. Abdul Kharis Almashari, S.E., M.Si., Ak. CA,. (Wakil Ketua Komisi I DPR-RI).

Menyampaikan materi pembuka, Dr. Karjono menjelaskan langkah-langkah yang bisa diterapkan untuk mendukung Pancasila di masa pandemic Covid-19. Nilai luhur Pancasila harus hadir disetiap langkah yang diambil oleh pemerintah dan penerapannya di masyarakat. Terdapat dua langkah utama untuk mewujudkan nilai luhur bangsa ini yaitu inovasi dan kerja nyata. Selain itu kemandirian, persatuan, dan saling membantu juga menjadi poin yang tidak dilupakan.

Implementasi Pancasila dalam tindakan gotong royong menjadi poin penting pembahasan dalam diskusi malam itu. Prof. Hermanu menjelaskan bahwa gotong royong merupakan kekuatan yang bisa digunakan untuk menumbuhkan demokrasi salah satunya di bidang ekonomi. Wujud nyata penerapannya adalah Koperasi. Mengutip dari Bapak Koperasi Indonesia Moh. Hatta yang mengatakan bahwa salah satu bentuk gotong royong bidang ekonomi adalah koperasi.

Seiring berjalannya waktu supaya lebih mudah untuk diterapkan maka dilakukanlah modifikasi gotong royong sebagai nilai, pribadi dan daya saing. Sebagai nilai kehidupan, gotong royong mengutamakan toleransi, equality & equity, consciousness, loyality, team work dan keinginan untuk meningkatkan integritas. Dari sisi pribadi orang yang memiliki sifat gotong royong ialah orang yang unselfishness atau orang yang mengajak dan mendorong lingkungan untuk memiliki peran. Terakhir dari sudut pandang daya saing yang memiliki makna bahwa gotong royong ini bisa terwujud sebagai system belief berupa komunikasi, kerja sama dan berkompetisi secara sehat.

Berkaitan dengan implementasi yang baik maka masyarakat perlu menyadari cara untuk membumikan Pancasila untuk tetap lestari. Ketua IKA UNS Jawa Tengah, Dr. Sudaryanto, M.Si menyampaikan bahwa membumikan Pancasila dapat dilakukan dengan memahami sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia. Dengan adanya pemahaman terhadap proses tersebut maka satu persatu akan lebih mudah memahami nilai yang terkandung dalam lima sila. Kemudian secara tindakan bisa langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai satu sama lain, welas asih membangun tekad dan semangat kebersamaan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ancaman terhadap ideologi negara Indonesia masih terus ada sampai saat ini. Menurut Dr. Abdul Kharis, beliau menjelaskan bahwa ancaman untuk negara Indonesia selalu ada. Akan menjadi hal aneh jika sebuah negara aman-aman saja. Penjelasan tersebut tercetus karena dengan menyadari adanya ancaman maka suatu negara tentunya akan lebih bersiap. Bentuk ancamanpun beragam ada yang secara fisik menyerang ada juga ancaman yang dilakukan diam-diam dan tidak terlihat.

Sudut pandang penerapan Pancasila dalam birokrasi kepemerintahan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) turut menjadi pembahasan. Setelah sebelumnya membahas dalam ranah umum. Secara spesifik Prof. Zudan selaku Dirjen Dukcapil Kemendagri RI menjelaskan terkait hal tersebut. Menjalani peran sebagai bagian dari birokrat dan ASN perlu untuk sadar diri bahwa kemampuan setia serta menjaga cita-cita dan dasar organisasi dengan nilai-nilai yang terus berubah adalah kewajiban.

Pelaksanaan birokrasi di pemerintahan tidak dapat dipisahkan dari adanya generasi yang lekat dengan dua jenis pola pikir yaitu Street Smart dan Academic Smart. Kedua hal ini cukup signifikan dalam memisahkan kebiasaan dari ASN. Mereka yang menjadi bagian dari Street Smart adalah orang-orang yang belajar dari pengalaman dan lebih ahli dalam melakukan penyesuaian sehingga cenderung lebih berhasil dan mudah beradaptasi. Sedangkan Academic Smart biasanya terdiri dari mereka yang masih idealis dengan apa yang mereka pelajari di bangku pendidikan formal.

Antusiasme peserta terhadap topik pembahasan kali ini sangat baik. Berbagi pendapat dan pertanyaan disampaikan dalam forum diskusi untuk bertukar pikiran antara satu dengan yang lain. Pancasila sebagai dasar negara merupakan pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupannya. Sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari.

“Membumikan nilai pancasila itu berawal dari diri kita sendiri, keluarga tetangga, teman, lawan atau orang yang membenci kita. Kita tidak bisa membahagiakan semuanya tapi kita bisa membahagiakan yang paling dekat dengan kita,” pesan Prof. Zudan menutup diskusi. HUMAS UNS/Ratri.


LIHAT VIDIO



DISKUSI KEBANGSAAN MENYAMBUT HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI 2020

Senin, 1 Juni 2020 jam 19.30 WIB

Acara:
Pengantar: Ketum IKA UNS
Sambutan: Rektor UNS

Narasumber:

  1. Dr. Drs. Karjono, SH., MHum., Sestama BPIP
  2. Dr. Abdul Kharis A., Wkl. Ketua Komisi I DPR RI
  3. Prof. Dr. Zudan AF, SH, MH., Dirjen Dukcapil Kemdagri/ Ketum KORPRI
  4. Prof. Dr. Hermanu J., MPd. Ketua PS Pancasila LPPM UNS
  5. Drs. Sudaryanto, MSi., Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Prov Jateng/ Ketum IKA UNS Jawa Tengah

Moderator: Dr. Sunny Umul Firdaus, SH, MH.

Live streaming on YouTube..
[https://youtu.be/Zgjgd_rRdMg]

Post Author: alumni

Administrator halaman IKA UNS

Leave a Reply